Rabu, 19 Oktober 2011

Pendidikan Di Negeri ini - sekilas gambaran

dari berapa hari yang lalu sebenarnya saya mau tulis hal ini, tetapi karena keseling pekerjaan yang amat repot direpotkan orang lain saya jadi baru nulis lagi sekarang. 
hari itu saya berangkat kerja seperti biasa dan diantar oleh ojek langganan, karena saya melewati sekolahan sd. beberapa meter sebelum sekolahan sd tersebut saya melihat dua anak perempuan duduk ditrotoar dengan sibuk masing-masing memegang buku, setelah saya perhatikan mereka terburu-buru mengerjakan PR yang ditugaskan dan harus dikumpulkan. hati saya langsung miris melihatnya, jika mereka yang masih duduk disekolah dasar saja telah terabaikan dalam membuat PR (pekerjaan rumah) lalu bagaimana nantinya mereka disekolah lanjutan dan dalam melakukan pekerjaan mereka.
hal ini saya bandingkan bagaimana keluarga saya mendidik untuk mengerjakan tugas-tugas atau PR tersebut dirumah dan besok paginya saya tidak panik karena belum mengerjakan yah kecuali kalo saya kelupaan dan langsung tidur tsnpa periksa ada PR atau tidak

saya berpikir lalu apakah orang tuanya tidak sempat menanyakan PR anak-anaknya?? atau mereka memang tidak mampu membantu anak-anak nya mengerjakan PR?? ini mungkin sepele tapi jika dibiarkan maka kan jadi sebuah kebiasaan buruk yang terus berlangsung sampai dewasa, mengentengkan tugas yang diemban. pikiran demi pikiran terus ada diotak saya sepanjang perjalanan pagi itu.
saya sebagai ibu dari balita yang berkembang pesat jadi punya ketakutan tersendiri melihat hal itu. saya dan suami bekerja dengan tujuan untuk hal yang terbaik buat anak kami, tapi akan kami kehilangan waktu untuk hal demikian yang nantinya akan menentukan pribadi dimasa mendatangnya. atau memang itu hanya bagian segelintir orang saja yang mereka akhirnya melepaskan kebebasan anak untuk belajar dari seamat kecil.

jujur orangtua saya tidak mendidik saya keras dalam hal belajar, karena memang usia saya sewaktu memasuki bangku sekolah sebenarnya belum cukup. tapi perlahan mereka menerapkan disiplin dan rasa tanggung jawab serta semangat yang harus saya lakukan. hal tersebut yang membuat saya sadar perlahan bahwa berprestasi itu mnyenangkan, bisa membanggakan, bisa membuat kita lebih baik lagi. sampai akhirnya saya bisa seperti sekarang ini, itu adalah hal-hal kecil yang buat kita berdisiplin.
jika saja kepedulian terhadap pendidikan anak tidak hanya sebatas wacana anak-anak harus sekolah tapi juga dalam penerapannya pada orangtua, guru dan semua masyarakat kita, maka tidak akan ada lagi anak-anak mengerjakan PR ditengah jalan, takut kesekolah, dan menyenangi sekolah sebagai tempat belajar menuntut imu. alangkah indah semua itu jika terjadi, peran serta semua pihak yang akhirnya membangun negeri ini.

semoga saja ini menjadi pembelajaran semua pihak untuk terus mendukung dan berperan serta aktif dalam pendidikan. semangat selalu.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar