kejadian ini berawal dari beberapa taun yang lalu, yang semua orang ingat bahwa itu adalah kenakalan remaja yang keterlaluan untuk menunjukan dirinya dewasa tapi tidak bagi qw. kejadian itu sangat membekas diri qw hingga aq bisa seperti ini karena aq telah melakukannya, jika tidak mungkin aq hanya akan menjadi wanita yang bisa tertunduk dan diperdaya serta menuruti apa mau mereka. yah aq melarikan diri dari keluarga qw sendiri dan cengkaraman seorang ibu yang seharusnya menurut seluruh orang, buku, pemahaman dan arti yang diajarkan oleh agama maupun ilmu sosial sosok yang sangat menyayangi qw. tapi entah mengapa sosok itu tidak menampilkan dari semua pengertian, didepan orang lain atau jika ia punya kehendak mungkin seperti itu jadi wajarlah jika aq terus bermain peran sampai aq telah lelah memerankan dan berlari.
aq berlari dari ia untuk memulai hidup baru, dengan segala cercaan dan hinaan ditumpahkannya pada qw seakan aq tidak pernah layak untuk menjadi anaknya. aq hanya ingin berlari terus menerus mencoba menjauh dengan terengah-engah. tapi qw sadar bahwa itu percuma, ia lakukan segala cara dari hal yang kecil sampai pengaruh mistis ia gunakan. o tuhan aq tau ini bukan jalan dari Mu untuk seperti ini hidup qw, dan keyakinan qw berkata ada kehidupan yang bisa lebih baik dari ini. walau aq terjerat lagi dalam genggamannya, maka sejak itu aq berubah. peranan yang qw mainkan hanya taktik sampai aq bisa terlepas lagi. aq menyusun rencana perlahan, jatuh bangun qw lakukan dengan sendirian, dalam tangis qw merangkak perlahan sampai akhirnya waktu itu datang dimana aq bisa terbang lepas dan aq bisa membuka kunci teralis kasat mata yang membelenggu qw.
hal itu datang ketika aq sudah mulai bekerja, menghidupi diri qw sendiri dan mempunyai kebebasan qw sendiri. aq paksakan diri qw keluar lagi dari rumah, walau hinaan yang lebih berat, makian yang lebih kasar dan ancaman semua tak qw hiraukan. aq hanya buktikan bahwa aq bisa hidup lebih baik tanpa ia dan aq lebih bahagia dengan tidak melihatnya. hampir satu tahun qw berjuang untuk membuktikan, hingga air mata seorang ayah yang qw sayangi pun tak menebas hati ini yang telah menjadi batu.
aq pulang kerumah, qw lakukan hanya untuk menunjukkan bahwa aq tak melupakan siapa orang tua qw tapi tak terbersit dalam hati untuk tinggal lagi bersamanya dalam satu bangunan. setelah satu tahun aq bisa buktikan aq bisa hidup mandiri dan berdikari, akhirnya aq pulang dengan kepala tegap. hinaan, makian dan ancaman itu harus ia telan bulat2 dan menelan malu nya bahwa anak durhaka telah berhasil walau ia tidak disisi qw.
mulai dari detik itu pun telah qw putuskan ia tak kan pernah mendekat lagi pada qw. telah qw ciptakan batasan seluas sahara dan padang pasir yang bersinar panasnya matahari sebagai jarak kalau ia ingin mendekat. aq menyayangi nya karena ia ibu qw, tapi untuk menganggap lebih dari itu maka itu tidak akan pernah terjadi. ia hanya menjadi sosok masa lalu yang jika bisa qw lupakan dan berlalu dalam hening pikiran qw. kemantapan hati telah bulat bahwa aq telah mempunyai hidup yang indah dan semua hasil perjuangan qw, semoga tuhan mau memaafkan qw atas rasa sakit yang begitu dalam dan membuat qw menjadi lebih tegar ini. qw ingin lupakan semua, karena telah qw dapatkan banyak cinta yang akhirnya mengalir dalam hidup qw dan mereka yang seharusnya bukan siapa-siapa untuk qw menjadi sangat berarti.
tapi hari ini aq terbangun dalam kejamnya mimpi, bahwa ia siap menyakiti qw lagi dengan caranya. aq hanya berlari terus berlari, otak qw berputar berpikir untuk meloloskan diri dari cengkaramannya. ahh itu hanya mimpi saja, kepala qw menoleh ke samping dan qw lihat keamanan, kenyamanan dan rasa cinta, suami qw bersama qw menjaga qw dari setiap kejadian yang akan sakiti qw. itu hanya mimpi, tapi qw tau bahwa rasa sakit itu masih ada dalam timbunan hati ini di jiwa paling dalam. semoga saja itu tak kan pernah menyakiti qw walau hanya lewat mimpi....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar