ketika pagi datang menyeruak
tapi mentari tak bersinar terselubung awan
semangat itu seperti ditelan
tubuh hanya melakukan rutinitasnya
tanpa ada kehidupan yang dinimati walau sejenak
rasa enggan itu tak hilang
walau tubuh ini telah bergulat panjang
dengan udara dingin, asap kendaraan, dan manusia lainnya
tanpa upaya tuk bangitkan semangat jiwa....
bertujuan hanya satu, tuk lepaskan diri dari satu jeratan
kejeratan lainnya yang menunggu dengan kepastian
dan ketika mentari tenggelam bersamaan dengan
munculnya sang rembulan, dirinya terjebak
dalam kerumitan kembali yang tersedia dalam perjalanan
hingga ia bisa rebahkan diri dan menutup mata
tuk mengulangi nya esok...
dan dengan sedikit harapan mentari kan bersinar ceria
ditengah kelabunya langit ku sekarang ini....
semua berulang lagi...
rutinitas yang sama,
dengan arah ditentukan
jalani semua terkadang dengan rasa malas,
terkadang ada semangat yang dapat hilang setiap saat...
harus ditemukan apapun itu
yang dapat bangkitkan semangat itu
setiap hari, setiap waktu
tanpa enggan kan tersenyum
dan berikan oksigen yang banyak
hingga tidak ada lagi alasan yang menjemukan
tuk berkata "aku kehilangan semangatku"
hanya berkata
"hari ini terlalu indah tuk disia-siakan"
dengan senyum indah di bibir
sehingga kan ada orang lain yang ikut bahagia karenanya....
memang tak ada harga untuk semangat
tapi ada kenikmatan yang teramat sangat dalam semangat
seperti cahaya yang tak pernah berpendar
dan menularkan energi pada yang lain
coba lihat langit,
jika mentari tak ada, yakinlah ia tak hilang
hanya bersembunyi di balik awan hitam
dan akan muncul waktunya
begitu juga dengan semangat
kan timbul dalam sekejap jika kita yakin
ia ada dalam di diri kita,
maka ia akan muncul tuk perbaiki hari yang kaku....
dan kan ada senyum yang hiasi
seperti pelangi yang selalu ada pada saat hujan turun
menimbulkan suasana tenang....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar